Selamat Siang
Kamis, 23 Nov 2017
Jam 14:54:11 WIB

Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya. Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya seb
Apr 2014 16:12
Terbangun aku di kesunyian malam Bersama dengan angin malam yang menyertaiku Ku rasakan sejuknya air yang membasuh wajahku Begitu dalam hingga menembus sukmaku Langkah kakiku hanya tetuju padaNya Dalam benakku tersimpan ke agunganNya Dengan khidmat aku bersujud di hadapanNya Aku bersimpuh kepadaNya mengaharapkan ridhoNya Butiran air mengalir membasahi wajah ini Terbayang akan semua ke bodohanku di masa lampau bersama dengan rasa penyesalan ini Ku curahkan seluruh keluh kesahku padaNya Mencari arti dari segala rasa penyesalan ini
Apr 2014 15:26
Andai aku menjadi seekor ulat
Aku pasti takkan mampu berjuang dengan keterbatasanku
Andai aku menjadi seekor kepompong Aku pasti akan menyerah dengan keadaan sulit yang ku alami Tapi tidak untuk mereka Mereka terus bertahan hidup dengan keterbatasan yang mereka miliki Mereka terus berjuang dalam melewati masa sulit yang mereka hadapi Hingga akhirnya ulat dan kepompong itu mengepakkan sayapnya Hingga akhirnya ulat dan kepompong itu berubah menjadi seekor kupu-kupu yang mampu terbang bebas dengan sayapnya yang cantik nan indah Melintasi cakrawala Menghiasi indahnya alam semesta
Apr 2014 15:23
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta. Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih: Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilanga
Apr 2014 04:18
Perjalanan hidup atau biografi Fatmawati Soekarno yang berisikan mulai masa kanak-kanaknya hingga menjadi Ibu Negara, akan dibukukan Yayasan Fatmawati Cabang Bengkulu. Fatmawati: Ibu Negara Pertama Yang Pertama Menentang Tindakan Poligami Ibu Fatmawati Soekarno tidak hanya merupakan Ibu Negara Pertama dalam sejarah Republik Indonesia, tetapi juga dikenal sebagai pembuat Bendera Pusaka Sang Merah Putih, yang pada awal perjalanan Republik Indonesia selalu dikibarkan dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan. Lebih dari itu, Ibu Fatmawati juga merupakan Pahlawan Nasional, berkan perjuangan dan peranannya dalam mendampingi Presiden Soekarno. Fatmawati yang bernama asli Fatimah merupakan putri dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadidjah yang lahir pada tanggal 5 Februari 1923. Nama Fatmawati mempunyai arti bunga teratai (Lotus). Sehari-harinya Fatmawati kecil biasa dipanggil ³Ma´, b
Apr 2014 04:06
September 1958) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945, bersama dengan Muhammad Yamin dan Sukarno (lihat Marsillam Simanjuntak, "Pandangan Negara integralistik : sumber, unsur, dan riwayatnya dalam persiapan UUD 1945" sebagai acuan tambahan tentang peran Soepomo dalam penyusunan UUD 1945). Berasal dari keluarga aristokrat Jawa, kakek Soepomo dari pihak ayah adalah Raden Tumenggung Reksowardono -ketika itu menjabat sebagai Bupati Anom Sukoharjo- dan kakek dari pihak ibu adalah Raden Tumenggung Wirjodiprodjo, Bupati Nayaka Sragen. Sebagai putra keluarga priyayi, Soepomo berkesempatan meneruskan pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali (1917), MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920), dan menyelesaikan pendidikan tingginya di Bataviasche Rechtshoogeschool di Batavia pada tahun 1923. Ia kemudian
Apr 2014 04:02
Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara- saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran
Apr 2014 03:55
Lahir di Bukittinggi, 8 Oktober 1884. Pendidikan ELS dan HBS. Setelah mendalami Islam di Jeddah, tahun 1911 ia kembali ke tanah air. Setahun kemudian di kota Gadang ia mendirikan HIS (Holland Islandse School), yang diasuhnya sampai tahun 1915. Di Jakarta ia bekerja terakhir di Bataviasche Neewsblad dan sejak itu rajin menulis artikel. Karier politiknya dimulai dalam Serikat Islam. Ketika masuk, ia langsung duduk sebagai anggauta pengurus. Namanya cepat terkenal karena pemikiran-pemikirann yang didukung oleh pengetahuan yang luas mengenai berbagai hal. Tahun 1919 mendirikan Persatuan Pergerakan Kaum Buruh bersama Semaun. Organisasi ini menuntut kepada Pemerintah Belanda supaya Indonesia segera didirikan DPR yang sesungguhnya. Ia juga mengorganiser pemogokan buruh di berbagai tempat seperti Semarang, Surabaya dan Cirebon. Dalam konggres Islam di Garut tahun 1924 (diadakan berkat
Apr 2014 03:34
Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemu
Apr 2014 03:18
Abdurrahman Wahid lahir dengan nama Abdurrahman ad-Dhakhil, dari maknanya, “ad-Dhakhil” berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil K.H. A. Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah membawa kejayaan Islam di Spanyol selama berabad-abad. Pada proses perjalanan waktu, kata “ad-Dhakhil” tidak cukup dikenal dan diganti nama “Wahid”, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan untuk seorang anak kiai. “Gus” sebenarnya kependekan dari ucapan “bagus”, sebuah harapan seorang ayah kepada anaknya agar menjadi bagus.Selain itu “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati “abang” atau “mas”. Gus Dur (panggilan akrab dari K.H. Abdurrahman Wahid) lahir pada tanggal 4 Agustus 1940 di Denanyar Jombang, anak pertama dari enam bersaudara (lima saudara Gus Dur secara ber
Apr 2014 02:50

Prev | Next
2/3

Komentar Akhir

Data Pengunjung

New MemberElangga

Online 2 users
Today 97 kali kunjungan
All 476738 kali kunjungan

Iklan Premium

Link Premium

Shoutbox

    softmadia [ 01:0 ]
    keren keren ceritanya gan http://softmadia.com
    Irma [ 08:0 ]
    knp pak ? saya ingin buat 2 pak. untk kantor saya dn kawan saya
    Admin [ 07:0 ]
    skrng sih udah ga mba
    Irma [ 08:0 ]
    Pak, bisa pesan bikin website tdk
    Dimas [ 12:0 ]
    Bro.. Cetak nang pas photo 4X6 6 bae yaak, sukiki di met
    Admin [ 07:0 ]
    ok
    Hasbi [ 13:0 ]
    ga masalah om, ok saya lanjut telp/sms om
    Admin [ 10:0 ]
    Mahal,,, ke tempat lain saja
    Hasbi [ 09:0 ]
    saya ga cari yg murah tp yg bagus om, gmn klo buat saya minta om yg buatin ?

NAMA:

PESAN:

MASUKAN KODE:   dc3