Selamat Pagi
Minggu, 23 Jul 2017
Jam 06:33:34 WIB

ANDE-ANDE LUMUT


Dahulu kala, ada dua buah kerajaan, Kediri dan Jenggala. Kedua kerajaan itu berasal dari sebuah kerajaan yang bernama Kahuripan. Raja Erlangga membagi kerajaan itu menjadi dua untuk menghindari perang saudara. Namun sebelum meninggal raja Erlangga berpesan bahwa kedua kerajaan itu harus disatukan kembali. Maka kedua raja pun bersepakat menyatukan kembali kedua kerajaan dengan menikahkan putera mahkota Jenggala, Raden Panji Asmarabangun dengan puteri Kediri, Dewi Sekartaji. Ibu tiri Sekartaji, selir raja Kediri, tidak menghendaki Sekartaji menikah dengan Raden Panji karena ia menginginkan puteri kandungnya sendiri yang nantinya menjadi ratu Jenggala. Maka ia menyekap dan menyembunyikan Sekartaji dan ibunya. Pada saat Raden Panji datang ke Kediri untuk menikah dengan Sekartaji, puteri itu sudah menghilang. Raden Panji sangat kecewa. Ibu tiri Sekartaji membujuknya untuk tetap melangsungkan pernikahan dengan puterinya sebagai pengganti Sekartaji, namun Raden Panji menolak. Raden Panji kemudian berkelana. Ia mengganti namanya menjadi Ande-Ande Lumut. Pada suatu hari ia tiba di desa Dadapan. Ia bertemu dengan seorang janda yang biasa dipanggil Mbok Randa Dadapan. Mbok Randa mengangkatnya sebagai anak dan sejak itu ia tinggal di rumah Mbok Randa. Ande-Ande Lumut kemudian minta ibu angkatnya untuk mengumumkan bahwa ia mencari calon isteri. Maka berdatanganlah gadis-gadis dari desa-desa di sekitar Dadapan untuk melamar Ande-Ande Lumut. Tak seorangpun ia terima sebagai isterinya. Sementara itu, Sekartaji berhasil membebaskan diri dari sekapan ibu tirinya. Ia berniat untuk menemukan Raden Panji. Ia berkelana hingga tiba di rumah seorang janda yang mempunyai tiga anak gadis, Klething Abang, Klething Ijo dan si bungsu Klething Biru. Ibu janda menerimanya sebagai anak dan diberi nama Klething Kuning. Klething Kuning disuruh menyelesaikan pekerjaan sehari-hari dari membersihkan rumah, mencuci pakaian dan peralatan dapur. Pada suatu hari karena kelelahan Klething Kuning menangis. Tiba-tiba datang seekor bangau besar. Klething Kuning hampir lari ketakutan. Namun bangau itu berkata, “Jangan takut, aku datang untuk membantumu.” Bangau itu kemudian mengibaskan sayapnya dan pakaian yang harus dicuci Klething Kuning berubah menjadi bersih. Peralatan dapur juga dibersihkannya. Setelah itu bangau terbang kembali. Bangau itu kembali setiap hari untuk membantu Klething Kuning. Pada suatu hari bangau menceritakan tentang Ande-Ande Lumut kepada Klething Kuning dan menyuruhnya pergi melamar. Kuning minta ijin kepada ibu angkatnya untuk pergi ke Dadapan. Ibunya mengijinkan ia pergi bila pekerjaannya sudah selesai. Ia pun sengaja menyuruh Klething Kuning mencuci sebanyak mungkin pakaian agar ia tidak dapat pergi. Sementara itu ibu janda mengajak ketiga anak gadisnya ke Dadapan untuk melamar Ande-Ande Lumut. Di perjalanan mereka tiba di sebuah sungai yang sangat lebar. Tidak ada jembatan atau perahu yang melintas. Mereka kebingungan. Lalu mereka melihat seekor kepiting raksasa menghampiri mereka. “Namaku Yuyu Kangkang. Kalian mau kuseberangkan?” Mereka tentu saja mau. “Tentu saja kalian harus memberiku imbalan.” “Kau mau uang? Berapa?” tanya ibu janda. “Aku tak mau uangmu. Anak gadismu cantik-cantik. Aku mau mereka menciumku.’ Mereka terperanjat mendengar jawaban Yuyu Kangkang. Namun mereka tidak mempunyai pilihan lain. Akhirnya mereka setuju. Kepiting raksasa itu menyeberangkan mereka satu persatu dan mereka pun memberikan ciuman sebagai imbalan. Sesampainya di rumah mbok Randa, mereka minta bertemu dengan Ande-Ande Lumut. Mbok Randa mengetuk kamar Ande-Ande Lumut, katanya, “Puteraku, lihatlah, gadis-gadis cantik ini ingin melamarmu. Pilihlah satu sebagai isterimu.” “Ibu,” sahut Ande-Ande Lumut, “Katakan kepada mereka, aku tidak mau mengambil kekasih Yuyu Kangkang sebagai isteriku.” Ibu Janda dan ketiga anak gadisnya terkejut mendengar jawaban Ande-Ande Lumut. Bagaimana pemuda itu tahu bahwa mereka tadi bertemu dengan kepiting raksasa itu? Dengan kecewa mereka pun pulang. Di rumah, Klething Kuning sudah menyelesaikan semua tugasnya berkat bantuan bangau ajaib. Bangau itu memberinya sebatang lidi. Ketika ibu angkatnya kembali Klething Kuning sekali lagi meminta ijin untuk pergi menemui Ande-Ande Lumut. Ibu angkatnya terpaksa mengijinkan, namun ia sengaja mengoleskan kotoran ayam ke punggung Klething Kuning. Klething Kuning pun berangkat. Tibalah ia di sungai besar. Kepiting raksasa itu mendatanginya untuk menawarkan jasa membawanya ke seberang sungai. “Gadis cantik, kau mau ke seberang? Mari kuantarkan,” kata Yuyu Kangkang “Tidak usah, terima kasih” kata Klething Kuning sambil berjalan menjauh. “Ayolah, kau tak perlu membayar,” Yuyu Kangkang mengejarnya.”Cukup sebuah ci... Aduh!” Klething Kuning mencambuk Yuyu Kangkang dengan lidi pemberian bangau. Kepiting raksasa itu pun lari ketakutan. Klething Kuning kemudian mendekati tepi air sungai dan menyabetkan lidinya sekali lagi. Air sungai terbelah, dan ia pun bisa berjalan di dasar sungai sampai ke seberang. Klething Kuning akhirnya tiba di rumah Mbok Randa. Mbok Randa menerimanya sambil mengernyitkan hidung karena baju Klething Kuning bau kotoran ayam. Ia pun menyilakan gadis itu masuk lalu ia pergi ke kamar Ande-Ande Lumut. “Ande anakku, ada seorang gadis cantik, tetapi kau tak perlu menemuinya. Bajunya bau sekali, seperti bau kotoran ayam. Biar kusuruh ia pulang saja.” “Aku akan menemuinya, Ibu,” kata Ande-Ande Lumut. “Tetapi... ia...,” sahut Mbok Randa. “Ia satu-satunya gadis yang menyeberang tanpa bantuan Yuyu Kangkang, ibu. Ialah gadis yang aku tunggu-tunggu selama ini.” Mbok Randa pun terdiam. Ia mengikuti Ande-Ande Lumut menemui gadis itu. Klething Kuning terkejut sekali melihat Ande-Ande Lumut adalah tunangannya, Raden Panji Asmarabangun. “Sekartaji, akhirnya kita bertemu lagi,” kata Raden Panji. Raden Panji kemudian membawa Dewi Sekartaji dan Mbok Randa Dadapan ke Jenggala. Raden Panji dan Dewi Sekartaji pun menikah. Kerajaan Kediri dan Jenggala pun dipersatukan kembali. Joko Tarub adalah pahlawan dari legenda yang berada dikalangan masyarakat Jawa Tengah. Dia hanyalah anak dari seorang petani sederhana. Ia tampan dan berani. Dia menyayangi mereka yang miskin tetapi jujur. Pada satu hari, dimana dia kembali kerumah setelah berburu, dia melewati sebuah danau. Bagaimana terkejutnya melihat beberapa gadis cantik yang sedang mandi didanau. Dia tertarik untuk mendapatkan salah satu dari mereka. Sebagai istri dan dia memutuskan untuk mencuri salah satu selendangnya. Setelah mereka selesai mandi, para gadis-gadis berjalan untuk mengambil selendang mereka. Salah satu dari mereka menjerit dan menangis karena tidak bisa menemukan selendangnya. Sementara sedang mencari selendang yang hilang, sebuah hujan muncul di langit dan meluncur sendiri ke arah danau. Sudah waktunya bagi mereka untuk kembali ke surga, tempat mereka berasal. Tetapi dia tidak bisa masuk surga tanpan busana surgawi. Joko Tarub melihat ini sangat terkejut, karena dia tahu bahwa mereka pasti bukan perempuan biasa, tapi peri. Dia merasa sangat menyesal dan memutuskan untuk mendekatinya. Bidadari terkejut ketika ia melihat Joko Tarub berdiri di hadapannya. Ia berfikir bahwa dia yang telah mencuri pakaiannya. Jadi dia meminta maaf kepadanya, dan mengatakan alasannya. Cara simpati dari anak laki-laki tampan terkesan begitu banyak, jadi bidadari tersebut mau memaafkannya. Kemudian mereka jatuh cinta satu sama lain, sampai menikah dan mendapatkan hidup yang bahagia.

Kategori : Cerita Rakyat
Publisher : Aldera
Dibuat : Sun 27 Apr 2014 [ 16:18 ]
Dibaca : 2089 kali

Kembali



NAMA :

TEXT:

EMAIL : [option]

URL : [option]

MASUKAN KODE:   5b0



Komentar Akhir

Data Pengunjung

New MemberElangga

Online 2 users
Today 32 kali kunjungan
All 456772 kali kunjungan

Iklan Premium

Link Premium

Shoutbox

    softmadia [ 01:0 ]
    keren keren ceritanya gan http://softmadia.com
    Irma [ 08:0 ]
    knp pak ? saya ingin buat 2 pak. untk kantor saya dn kawan saya
    Admin [ 07:0 ]
    skrng sih udah ga mba
    Irma [ 08:0 ]
    Pak, bisa pesan bikin website tdk
    Dimas [ 12:0 ]
    Bro.. Cetak nang pas photo 4X6 6 bae yaak, sukiki di met
    Admin [ 07:0 ]
    ok
    Hasbi [ 13:0 ]
    ga masalah om, ok saya lanjut telp/sms om
    Admin [ 10:0 ]
    Mahal,,, ke tempat lain saja
    Hasbi [ 09:0 ]
    saya ga cari yg murah tp yg bagus om, gmn klo buat saya minta om yg buatin ?

NAMA:

PESAN:

MASUKAN KODE:   295